[TIPS] How To Keep Sane in Insane Situation

 [TIPS] How To Keep Sane in Insane Situation

 


Sudah berbulan-bulan berlalu bahkan sudah 1 tahun lebih sejak wabah Covid-19 menyerang Negara kita juga Indonesia, dan karena wabah Covid-19 ini penyebarannya sangat mudah, sehingga membuat kita harus menjaga jarak dengan orang lain. Kita tidak lagi dapat bertemu dengan teman-teman dan kerabat kita dengan bebas seperti dulu. Bahkan kita jadi takut mungkin kita secara tanpa sengaja telah menjadi silent carrier,  dan dapat menularkan virus tersebut kepada orang-orang yang kita sayangi. Karena adanya virus ini, kita takut untuk bersentuhan dengan orang lain; kita takut untuk berdekatan dengan orang lain, yang dulunya kita mungkin tidak peduli makan dari perlengkapan makan yang sama, minum dari tempat yang sama. Karena adanya virus ini membuat hidup kita berubah. Kita harus mengenakan masker setiap kita berada di luar, sering mencuci tangan, sering memakai handsanitizer, dan sebagainya. Kita dihimbau untuk “di rumah saja”. Melakukan perkerjaan dari rumah, beribadah dari rumah; kita tidak lagi bebas untuk melakukan aktivitas di luar rumah. Situasi ini mungkin telah membuat banyak orang menjadi stress terutama bagi mereka yang menyukai kebebasan dan bertemu dengan orang-orang. aku menjadi salah satu orang yang terkena dampak tersebut. Karena biasanya setiap hari Minggu/libur, aku selalu menghabiskan waktu di luar dari mengikuti Misa di gereja dan bertemu teman-teman disana, atau hangout bersama teman-teman/saudara. Mengunjungi kerabat untuk melepas rindu. Semua ini adalah hal yang kulakukan untuk melepas penat setelah selama 6 hari kerja sampai larut malam. Tapi semenjak pandemi ini, semua itu terenggut. Hari Minggu/libur : di rumah saja. Bosan? Iya! Stress? Iya! Gila? Hampir! Sebelum makin parah kondisi yang ku alami, aku terus berusaha mencari hal-hal yang sebaiknya kulakukan untuk melupakan rasa stress tersebut. Di saat aku merindukan teman-temanku, aku melakukan conference video call selama berjam-jam. Merekam video-video untuk tik-tok, membaca buku-buku. Tapi semuanya itu tidak terlalu membantu untuk menaikan moodku setiap hari. Karena tidak mungkin untuk melakukan conference video call setiap hari bukan? Lalu apa yang aku lakukan selanjutnya?

Aku kembali melakukan Fangirling. Setelah bertahun-tahun aku meninggalkan dunia Kpopers, akhirnya aku kembali. Dan yang membuat aku menikmati hari-hariku selama pandemic ini adalah mereka. The Last Man Standing : Super Junior. Anggota mereka yang cukup banyak membuat mereka menjadi salah satu group yang penuh dengan aneka warna. Karena mereka sudah berkarir lebih dari 15 tahun, maka video-video dari acara-acara dimana mereka menjadi bintang tamu ataupun yang menjadi MCnya sangat banyak bertebaran. Menonton video-video mereka yang penuh dengan tawa membuatku melupakan stress. Mereka dapat membuatku tertawa dan bahagia. Jadi, melakukan fangirling sebenarnya tidak salah. Hanya saja jangan sampai kita melewati batas. Misalnya dengan mulai memiliki perasaan pribadi terhadap bias kita dan menjadi posesif. Itu adalah fangirling yang tidak sehat. Karena mereka juga manusia biasa seperti kita yang juga memiliki kehidupan sendiri. Biasku Yesung memiliki karakter yang memliki rasa peduli pada orang lain termasuk fansnya. Melalui pesan-pesannya via Bubble, postingan di sosial media menjadi penyemangatku melalui hari-hariku yang sangat melelahkan. Terkadang aku merasa sangat lelah dan penat hingga ingin ‘beristirahat’, tapi dengan kehadirannya secara virtual membuatku tetap bertahan. Terima kasih banyak Yesung oppa. Kalau dipikir lagi namanya hanya beda 1 karakter dengan penyelamat hidupku, Yesus. Dan dia Yesung. Bukan suatu kebetulan kalau keduanya adalah penyelamat hidupku ^__^



Kita tidak tahu sampai kapan pandemi ini akan berlalu. 100 tahun yang lalu pandemi terjadi di dunia yaitu flu spanyol yang juga merenggut banyak nyawa. Pandemi itu berlangsung selama 2 tahun. Kita berdoa saja pandemi kali ini dapat lebih cepat berakhir. Bertahanlah walau kalian hampir gila. Tetaplah waras sampai semua ini berlalu karena percayalah Tuhan pasti punya rencana indah dibalik semua peristiwa. “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir” (Pkh 3:11). God bless you all. Blessed to be a blessing..


Written by :

Victoria Souw

 

 

Comments

Popular posts from this blog

[POEM] Let Me Walk Away

[MOMENT] UNFORGETABLE MEMORY

[POEM] You're The Light