[RENUNGAN] MEMIKUL SALIB
Kita tidak dapat memilih siapa yang
menjadi orangtua kita, kakak, dan adik kita. Kalau dapat memilih, tidak ada
yang mau memiliki orangtua yang tidak menginginkan kehadiran anaknya dan membeda-bedakan kasih sayangnya. Tidak ada yang mau memiliki saudara yang seorang kriminal. Tidak ada yang mau lahir di keluarga yang hidupnya selalu
berkekurangan. Semua orang menginginkan
hidup yang bahagia. Lahir di keluarga yang berkecukupan dan tidak pernah kekurangan serta harmonis.
Tetapi, semua itu sudah diatur oleh Bapa kita. Dia yang Maha Besar dan yang
mempunyai rencana tentang kehidupan kita. Dia yang paling mengetahui apa yang terbaik untuk kita
anak-anakNya. Semua manusia yang terlahir di dunia ini sudah dirancang
kehidupannya. Seperti apa yang akan dijalani dan percayalah apapun itu, Tuhan
tidak akan pernah meninggalkan kita.
Dalam keseharian kita menemui
kesulitan, masalah yang kita rasakan sebagai beban hidup kita. Tapi janganlah
itu kita anggap sebagai beban, namun jadikan sebagai salib yang akan kita pikul
untuk modal kita nanti kelak. Seberat apapun salib yang kita pikul, itulah yang
akan membawa kita pada keselamatan. Pada Tuhan Allah Bapa di Surga. Janganlah
kita bersungut-sungut, tetapi berdoalah agar dikuatkan. Sebab cobaan yang
datang tidak akan pernah lebih dari kemampuan kita dalam menghadapinya. “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah
pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah
setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui
kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar,
sehingga kamu dapat menanggungnya” (1Kor 10:13)
Pada masa sekarang ini dimana pandemi
masih melanda di seluruh dunia, banyak orang yang hidup dalam kesulitan. Tidak
sedikit pula yang mengalami masalah pada kesehatan mentalnya. Mereka menjadi
stres atau bahkan depresi. Di moment inilah seharusnya kita menyertai Tuhan
selalu dalam hari-hari kita. Bukan menjauhkan diri dariNya. Dengan kehadiran
Tuhan di tengah-tengah kita, segala sesuatunya menjadi mungkin. Salib yang kita
anggap tidak mungkin untuk kita pikul karena terlalu berat, akan menjadi
mungkin untuk kita bawa. “Kuatkan dan
teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab
Tuhan, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau dan tidak akan
meninggalkan engkau” (Ul 31:6)
Salam penulis,
Victoria Souw
January 4, 2021
Comments
Post a Comment